1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
<div style="background-color: FFFFFF;"><a href="http://www.rsspump.com" title="rss widget">web widgets</a></div> |
Indonesian Afrikaans Albanian Arabic Armenian Azerbaijani Basque Bulgarian Chinese (Simplified) Croatian Czech Danish Dutch English Estonian Filipino Finnish French Georgian German Greek Hebrew Hindi Hungarian Icelandic Irish Italian Japanese Korean Lithuanian Macedonian Malay Maltese Norwegian Persian Polish Portuguese Romanian Russian Serbian Slovak Slovenian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian Urdu Vietnamese Welsh
idul-fitri-di-bumikupijak-bersama-dPrince-Of-Smart

Suku Minangkabau

Artikel ini telah dibaca : 2430 kali |

PDF Cetak E-mail



AddThis Social Bookmark Button
SUKU BANGSA MINANGKABAU

Identifikasi
Suku bangsa Minangkabau sering pula dikenal secara lebih popular sebagai orang Padang. Hal ini sebenarnya kurang tepat, karena Padang hanyalah salah satu kota di Sumatera Barat. Namun sebutan ini mungkin ada juga benarnya, mengingat etos orang Minang ini terkenal sebagai perantau dan pedagang yang ulet. Itulah sebabnya mereka disebut sebagai orang yang “Pandai Berdagang (Padang)”.

Daerah Minangkabau meliputi wilayah Propinsi Sumatera Barat. Secara tradisional daerah “darat” dianggap sebagai “daerah adat” kebudayaan Mingkabau. Daerah ini meliputi tiga “luhak” atau Kabupaten, yaitu Tanah datar, Agam dan Lima Puluh Kota.

Daerah Minangkabau meliputi wilayah seluas Propinsi Sumatera Barat. Secara tradisional daerah darat dianggap sebagai sebagai asal kebudayaan Minangkabau. Daerah darat tersebut terdiri atas tiga luhak atau kabupaten, yaitu Tanah Datar, Agam dan Lima Puluh Kota.

Sistem Religi dan Kepercayaan
Suku Minangkabau adalah penganut agama Islam yang taat. Seluruh kehidupan masyarakat Minangkabau sangat dipengaruhi oleh sendi-sendi agama Islam, dan boleh dikatakan tidak mengenal unsur-unsur kepercayaan lain, kecuali apa yang diajarkan oleh Islam. Upacara-upacara keagamaan yang penting bagi masyarakat Minangkabau sekarang ini adalah kegiatan ibadah yang berkaitan dengan salat hari raya Idul Fitri, hari raya Kurban, dan bulan Ramadan (Puasa). Di samping itu, upacara-upacara yang berkaitan dengan keagamaan adalah upacara tabuik, upacara khitan, upacara kekah (aqiqah), dan upacara khatam Al-Qur’an.

Dalam masyarakat Minangkabau ada jabatan-jabatan yang berkaitan erat dengan keagamaan, misalnya manti, angku kali atau kadi. Di berbagai desa selain bertugas menikahkan, kadi juga bertugas sebagai pemelihara mesjid (takmir) atau sebagai imam terutama dalam salat Jumat.

Agama dan adat istiadat pada masyarakat Minangkabau ada hubungan yang sangat erat, seperti dikatakan oleh orang Minangkabau “Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Di beberapa tempat masih terdapat surau-surau yang digunakan sebagai sekolah agama dalam bentuk dan kegiatan yang sama dengan pesantren di Jawa. Pelajaran agama dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan oleh seorang tuanku atau syeikh yang sama dengan kyai di Jawa. Tokoh ini tidak hanya membaca Al-Qur’an saja, tetapi juga memimpin aktivitas mistik (suluk). Dahulu seorang syeikh sangat berkuasa disegani dan dianggap sakti.

Masyarakat Minangkabau dahulu juga mengenal selamatan untuk orang yang sudah meninggal dengan mengadakan kenduri (selamatan), yaitu peringatan 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan terakhir 1000 hari meninggalnya salah seorang anggota keluarga. Termasuk juga upacara turun mandi, upacara potong rambut dan sebagainya. Namun, sekarang hal-hal tersebut di atas sudah jarang dilakukan orang. Ini kemungkinan disebabkan adanya kecendrungan untuk meninggalkan hal-hal yang berbau tradisional, meskipun di balik upacara-upacara ini terkandung nilai-nilai budaya yang luhur.
 
Sistem Kekerabatan
Garis keturunan masyarakat Minangkabau menurut garis keturunan matrilineal, yaitu seseorang akan masuk keluarga ibunya, bukan keluarga ayahnya. Kesatuan keluarga dalam masyarakat Minangkabau terdiri atas tiga macam kesatuan kekerabatan, yaitu paruik (perut), kampuang, dan suku. Kepentingan suatu keluarga diurus oleh seorang laki-laki dewasa dari keluarga tersebut yang bertindak sebagai niniek mamak. Suku dalam sistem kekerabatan Minangkabau menyerupai suatu klan matrilineal, dan jodoh harus dipilih dari luar suku. Pada beberapa daerah seseorang terlarang menikah dalam kampungnya sendiri, dan beberapa daerah yang lain orang harus menikah dengan orang di luar sukunya. Dalam adat diharapkan adanya perkawinan dengan anak perempuan mamaknya atau anak perempuan dari saudara perempuan ayahnya, atau menikah dengan saudara perempuan suami (bride exchange), meskipun sekarang telah banyak ditinggalkan.

Perkawinan dalam masyarakat Minangkabau sebenarnya tidak mengenal mas kawin, tetapi justru dikenal uang jemputan, yaitu pemberian sejumlah uang atau barang dari pihak keluarga pengantin perempuan kepada keluarga mempelai laki-laki. Sesudah upacara perkawinan di rumah pengantin perempuan, suami menumpang tinggal di rumah istrinya.

Dalam pesta-pesta perkawinan dan peristiwa-peristiwa keluarga, terlihat adanya kelompok kekerabatan yang saling bersangkutan, misalnya anak pisang (anak dari anggota laki-laki dari paruiknya), bako (kaum kerabat ayah), pasumandan, yaitu kaum kerabat perempuan dari pihak suami, urang sumando (laki-laki yang mengawini seorang perempuan dari satu paruik atau kampuangnya), dan kaum kerabat laki-laki dari perempuan (istrinya) disebut niniek mamak. Kelompok kekerabatan ini sangat penting peranannya, karena pada peristiwa-peristiwa tersebut anak pisang harus menyumbangkan tenaganya bila terdapat pesta atau kematian dalam keluarga bakonya, dan sebagainya.

Sistem Kesenian
1.    Rumah Adat
Rumah adat Minangkabau didirikan di atas panggung yang memanjang dan didasarkan atas perhitungan jumlah ruangan yang terdapat di dalamnya, umumnya berjumlah ganjil dari tiga, tujuh bahkan ada yang tujuhbelas. Sebuah rumah adat biasanya memiliki tiga didieh, satu digunakan sebagai biliek (ruang tidur), didieh kedua merupakan bagian yang terbuka tempat menerima tamu atau mengadakan pesta dan didieh ketiga untuk tamu. Sebuah rumah gadang kadang-kadang juga mempunyai anjueng, yaitu tempat yang ditinggikan dari bagian lain dan merupakan tempat terhormat, baik untuk menerima tamu atau pesta. Antara lantai dan atap terdapat pagu, yaitu semacam loteng tempat menyimpan barang-barang yang tidak selalu digunakan. Atapnya berbentuk perahu dan biasanya terbuat dari ijuk.

2.    Pakaian Adat
Pakaian adat Minangkabau umumnya para wanita memakai baju kurung dan berkain sarung serta mengenakan kerudung, sedang prianya memakai celana panjang kain sutra dililit sarung dan kemeja lengan panjang bagian lehernya tanpa kerah. Pengantin pria memakai roki, yaitu seperangkat pakaian yang terdiri atas celana sebatas lutut, sedangkan sarungnya berjusi emas kemeja ditutup dengan rompi dan di luarnya baju jas bersulam emas tanpa kancing. Si pengantin pria juga memakai pending emas dengan keris tersisip di bagian depan sedangkan kepalanya memakai saluak atau deta (destar). Pengantin wanitanya memakai baju kurung bersulam emas, bersarung suji, kain tokah untuk alas kalung susun, memakai anting-anting dan juga memakai gelang pada kiri kanan lengan. Hiasan kepalanya terdiri atas kembang goyang atau suntung tinggi.

3.    Seni Tari Musik

Seni tari Minangkabau umumnya menggambarkan suasana kehidupan rakyat yang penuh kegembiraan, seperti tari payung, tari tempurung, tari lilin ataupun tari serampang duabelas, sebagai tari pergaulan. Ada beberapa tarian yang bersifat magis misalnya menginjak pecahan kaca sambil menarikan tari piring.
Alat musik khas Minangkabau adalah talempong pacik, yaitu seejnis gong kecil tunggal dengan benjolan di tengahnya. Alat ini biasanya dibawa dan dimainkan sambil berjalan sebagai pelengkap arak-arakan atau sewaktu upacara. Alat musik tiup khas Minangkabau adalah saluang, yaitu seruling yang terbuat dari tabung bambu dengan kedua ujungnya terbuka, sedangkan rebana atau kendang Melayu sering juga dipergunakan untuk mengiringi tari atau nyanyi yang banyak digunakan daerah-daerah lain yang merupakan alat musik Islam.

4.    Seni Tradisional

Kesenian rakyat Minangkabau yang terkenal dan khas adalah kesenian randai. Kata randai ada beberapa pendapat antara lain berasal dari kata handai yang menggambarkan suasana santai dan hangat, lain sumber mengatakan berasal dari kata Arab rayuan ridai yang dekat dengan kata dai atau ahli dakwah dari tarekat Naksabandyah, sedangkan para penduduk (Sungai Janiah) berpendapat lebih sederhana, yaitu berasal dari kata rindhu.
Randai adalah salah satu jenis kesenian rakyat yang berupa pemanggungan suatu cerita arena terbuka berbentuk lingkaran dan merupakan medium cerita (kab). Unsur tari dan lagu sangat penting dan diselingi silek (silat). Peran utama umumnya dibawakan laki-laki. Cerita yang disuguhkan umumnya dari sastra lama, seperti Bundo Kaduang Cindua Mato ata Anggun Nan Tongga.
Tukang kaba atau semacam dalang pada masyarakat Jawa peranannya sangat penting dalam kehidupan rakyat pedesaan. Biasanya tukang kaba akan datang jika ada undangan yang berkaitan dengan cara-cara khusus seperti sunatan, perkawinan atau pendirian rumah gadang.

5.    Upacara Tabuik

Menurut cerita upacara tabuik berasal dari Bengkulu sekitar tahun 1818 yang kemudian menyebar ke Pariaman. Upacaranya dilakukan dari tanggal 1-10 Muharam dengan beberapa upacara. Upacara tabuik ini dikaitkan dengan wafatnya Hasan dan Husein cucu Nabi Muhammad SAW dalam peperangan di Karbela melawan Raja Yazid. Upacara tabuik ini diikuti atau diiringi bunyi dol (tambur besar) dan tassa (tambar kecil) yang ditabuh bertalu-talu. Tabuik yang diarak berbentuk kuda bersayap berkepala boneka wanita yang mengibaratkan terbangnya buraq yang membawa arwah Husein yang mereka cintai.

Sistem Kemasyarakatan
Kelompok kekerabatan pada masyarakat Minangkabau terdiri atas paruik, kampuang dan suku. Suku dipimpin oleh seorang panghulu suku, sedangkan kampuang dipimpin oleh seorang penghulu andiko atau datuk kampuang. Panghulu suku dibantu oleh dubalang (keamanan) dan manti (keagamaan). Jabatan panghulu suku ada yang bersifat turun temurun, namun ada pula yang berdasarkan pemilihan.
Menurut konsepsi orang Minangkabau perbedaan lapisan sosial dinyatakan dengan istilah urang asa, kemenakan tali paruik, kemenakan tali budi, kemenakan tali ameh, dan kemenakan bawah taluik. Keterangan istilah-istilah itu akan dipaparkan di bawah ini :
  1. Urang asa, adalah keluarga yang mula-mula sekali datang (orang asal) dan dianggap bangsawan, serta kedudukannya paling tinggi.
  2. Kemenakan tali paruik adalah keturunan langsung urang asa.
  3. Kemenakan tali budi adalah orang-orang yang datang ke wilayah urang asa, dan karena asalnya juga mempunyai kedudukan yang cukup tinggi dan mampu membeli tanah di tempat yang baru maka kedudukannya juga dianggap sederajat dengan urang asa.
  4. Kemenakan tali ameh adalah pendatang-pendatang baru yang mencari hubungan dengan keluarga urang asa melalui perkawinan, namun tidak tergantung pada keluarga urang asa.
  5. Kemenakan bawah lutuik adalah orang yang hidupnya menghamba kepada keluarga urang asa, mereka tidak mempunyai apa-apa dan hidup membantu rumah tangga urang asa.
Pada masa sekarang sistem lapisan sosial seperti ini boleh dikatakan sudah hilang dan bertukar dengan bentuk lain. Sistem kebangsawanan yang berpangkal pada penguasaan atas tanah, menyebabkan tingkat perekonomian menurun karena hak pemilikan tanah bertambah, sedang jumlah keturunan urang asa makin bertambah. Apalagi tanah-tanah tersebut tidak diolah untuk produksi sehingga menjadi miskin. Pada lapisan lain yang tidak terikat pada tanah, banyak mencari penghasilan dengan berniaga dan lebih banyak membawa keberhasilan yang dapat mengangkat derajat mereka. Lebih-lebih dengan terbukanya lapangan pekerjaan baru sebagai pegawai pemerintahan menimbulkan golongan elite baru yang berarti berubahlah sistem pelapisan tradisional di Minangkabau.
 
Mengenai kepemimpinan sulit dilihat adanya pola yang jelas. Setiap orang yang dapat menjadi pemimpin suatu paruik, antara lain, mungkin karena kewibawaan, kekayaan, atau karena keberaniannya. Seorang panghulu andiko juga tidak mempunyai kekuasaan yang nyata, mereka lebih dirasakan sebagai orang yang dituakan. Secara adat sistem pemerintahan di Minangkabau dibedakan menjadi dua sistem. Pertama masuk Laras Bodi Chaniago dan kedua Laras Koto Piliang. Laras Bodi Chaniago dihubungkan dengan tokoh legendaries Datuak Katumanggungan. Selain uxorilokal, masalah pembagian warisan diturunkan melalui garis ibu dan yang berhak menerimanya adalah anggota perempuan dari suatu keluarga. Anggota keluarga laki-laki berkewajiban mengawasi harta tersebut dan memberikan manfaat bagi kaum kerabatnya.
 
Sistem Ekonomi
Sebagian besar masyarakat Minangkabau bermata pencaharian bertani. Jika tanahnya kurang subur, ditanami ubi kayu, pisang, ketela, dan sebagainya. Di dataran tinggi yang subur banyak ditanami sayur-mayur, yang umumnya untuk perdagangan, misalnya kubis, tomat, dan sebagainya. Sebetulnya tidak ada pembagian atau pemisahan yang jelas antara ketiganya. Banyak yang mengusahakan ketiganya sekali jalan. Pada daerah pesisir, selain sebagai nelayan juga memperoleh hasil dari kebun-kebun kelapa. Demikian pula yang menetap di pinggir danau, penangkapan ikan menjadi pekerjaan tambahan atau sambilan.

Selain sektor pertanian dan sebagai pencari ikan, banyak kegiatan ekonomi yang dilaksanakan lewat usaha-usaha perniagaan, menjadi pegawai berwiraswasta, mengusahakan rumah makan, atau hidup dari kerajinan tangan. Hasil kerajinan tangan yang terkenal adalah kerajinan perak dari Koto Gadang, kain songket dari Silungkang dekat Sawahlunto. Di bidang perniagaan umumnya dilaksanakan oleh orang Minangkabau sendiri yang menguasai sektor perdagangan sehingga dapat meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan keduduka mereka di mata masyarakat.


Artikel Terkait :



Penulis bernama dPrince Of Smart
telah berpartisipasi sejak Senin, 24 Nopember 2008.

Klik Untuk Lihat Artikelnya Yang Lain



Komentar  

 
0 #4 Guest 06-02-2010 17:26
B)
Quote
 
 
0 #3 ebot 08-04-2009 21:11
bos artikel tentang perkembangan teknologi di minang dunk :confused:
Quote
 
 
0 #2 rendhy pratama 16-03-2009 17:26
:D akhirnya dengan ini tugas gue kelar juga
Quote
 
 
0 #1 aurora psycho beauty 03-02-2009 18:16
thanks tulisan nya :cheer:
Quote
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Komentar Terbaru

Stastik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1222
mod_vvisit_counterKemarin2524
mod_vvisit_counterMinggu ini5480
mod_vvisit_counterMinggu lalu8702
mod_vvisit_counterBulan ini11701
mod_vvisit_counterBulan lalu26737
mod_vvisit_counterSemuanya1118683

Ada: 122 tamu online
IP Anda :: 38.107.191.83
 , 
Hari ini: 07 Sep 2010

TAHUKAH ANDA?

Bio Informatika

Bioinformatika, sesuai dengan asal katanya yaitu "bio" dan "informatika", adalah gabungan antara ilmu biologi dan ilmu teknik informasi (TI). Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi. Ilmu ini merupakan ilmu baru yang yang merangkup berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu komputer, matematika dan fisika, biologi, dan ilmu kedokteran, dimana kesemuanya saling menunjang dan saling bermanfaat satu sama lainnya.

Tingkah Laku

Tingkah laku kita sebaiknya menjadi contoh bagi orang lain karena kesederhanaan, keluhuran ahlak, kemuliaan sikap dan kerendahan hati. Dan Ide-ide kita mencerminkan kebeningan hati, keteraturan pola pikir, persaudaraan, penghargaan dan kepedulian.

Berkata-kata

Kata-kata yang kita ucapkan hendaknya bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi orang lain, tidak berkata sia-sia, tidak menyakiti bahkan selalu mendoakan orang lain. Kita tidak menjadi muslim yang sempurna apabila hanya soleh sendiri. Kesolehan kita sebaiknya menjadi jalan hidayah bagi orang-orang di sekitar kita. Tidak cukup bagi seorang muslim untuk menikmati kebahagiannya sendirian. Sebaik-baik muslim adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Janji

Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi dan Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan.

Waktu Itu Pedang

Sebuah Ayat Al-quran mengingatkan : Waktu Adalah Pedang. Pergunakanlah waktumu setiap detiknya. Pertanggungjawaban manusia di akhirat nanti apabila menyia-nyiakan waktunya adalah pedang yang sangat tajam setajam silet menunggu di neraka.

Wajib Belajar

Seseorang Wajib untuk belajar. Menuntutlah Ilmu hingga akhir hayatmu. Karena dengan menununtut ilmu menandakan bahwa kita masih bernafas. Bahkan sejak kita lahir pertama kali kita berusaha belajar untuk mencuri perhatian ibunda.

Materi

Sulitnya hidup bukan diukur dari materi, berbahagialah apabila kita masih bisa berdiri diatas kaki kita sendiri. Apapun cobaan untuk kita adalah bukti kasih Tuhan yang memperhatikan kita.Indahnya hidup apabila kita mendapatkan kedamaian atas hasil kerja keras dan keringat serta doa kita.

Sabar

Menjadilah orang sabar. Dengan sabar kita bisa menjadi seorang yang bijak. Dengan sabar berarti kita telah menang dari pertempuran hawa nafsu yang merupakan perang paling dahsyat dari semua perang. (riwayat nabi).

Who's Online

Kami memiliki 122 Tamu online
"LINK EXCHANGE"
dPrince Of Smart : Situs Kumpulan Artikel Terbaik : www.bumikupijak.com
.:. BACKLINK CODE .:.



My Partners

Statistics

Members : 1
Content : 327
Alamat Situs : 21
Content View Hits : 1090223

Twitter Updates

dPrince Twitter

INTERNATIONAL SMART COURSE