1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>
<div style="background-color: FFFFFF;"><a href="http://www.rsspump.com" title="rss widget">web widgets</a></div> |
Indonesian Afrikaans Albanian Arabic Armenian Azerbaijani Basque Bulgarian Chinese (Simplified) Croatian Czech Danish Dutch English Estonian Filipino Finnish French Georgian German Greek Hebrew Hindi Hungarian Icelandic Irish Italian Japanese Korean Lithuanian Macedonian Malay Maltese Norwegian Persian Polish Portuguese Romanian Russian Serbian Slovak Slovenian Spanish Swedish Thai Turkish Ukrainian Urdu Vietnamese Welsh
selamat-berpuasa-ramadhan-di-bumikupijak-bersama-dPrince-Of-Smart

Berdo'a

Artikel ini telah dibaca : 1306 kali |

PDF Cetak E-mail



AddThis Social Bookmark Button
Do'a bersama dPrince Of Smart di bumikupijakBerdo’a memiliki kedudukan yang agung dan mulia didalam agama ini, akan tetapi banyak dari kaum muslimin yang salah didalam berdo’a, baik dari segi lafadz do’anya maupun adab-adabnya. Selain itu ada pula yang sangat menyedihkan kita, tidak sedikit dari kalangan umat ini yang berdo’a kepada selain Allah , baik yang mereka sadari maupun tidak mereka sadari.

Di dalam berdo’a kadang-kadang timbul pertanyaan dihati kita, kenapa Allah belum juga mengabulkan do’a saya, padahal saya berdo’a setiap saat dan setiap waktu?.

Atau mungkin muncul di dalam pikiran kita, "Allah belum pernah mengabulkan do’a saya!". Padahal Allah berfirman : "Dan Rabbmu berfirman : berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan."(QS: Al Mu’min:60) atau mungkin kita tidak mengetahui bagaimana cara berdo’a yang benar, dan bagaimana sebenarnya tata cara berdo’a yang benar di dalam Islam?.

Islam adalah agama yang sempurna yang tidak perlu kepada penambahan dan pengurangan. Islam mengajarkan kepada kita seluruh masalah kehidupan, baik dari perkara yang paling kecil sampai yang paling besar, dari masalah buang air kecil sampai berjihad melawan kaum kafirin. Apalagi dalam masalah berdo’a yang merupakan kebutuhan seorang hamba terhadap Khaliqnya. Tentulah Islam mengajarkan tata cara berdo’a yang benar berdasarkan Al Qur-an dan Sunnah Nabi-Nya yang mulia.

Ketahuilah, bahwa do’a itu adalah ibadah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah : "Do’a adalah ibadah " (HR.Abu Daud, At-Turmudzi, Ahmad). Sedangkan diterimanya ibadah tersebut harus memenuhi dua syarat, yakni :

  1. Ikhlas karena Allah ,
  2. Dicontohkan oleh Rasulullah.--- Begitu juga dengan berdo’a, harus memenuhi kedua syarat diatas.
Readmore - baca selanjutnya
Cara memulai dalam berdo’a

Imam An Nawawi berkata : Semua ulama sepakat bahwa dianjurkannya memulai do’a dengan "hamdalah" dan memuji Allah kemudian membaca shalawat atas Nabi .

Rasulullah bersabda : "Apabila diantara kalian berdo’a, maka mulailah dengan membaca hamdalah (Alhamdulillah) dan memuji Rabb, kemudian bacalah shalawat atas Nabi. Dan setelah itu berdo’alah sesuka hatinya." (HR.Abu Daud)

Didalam riwayat lain Rasulullah bersabda: "Setiap do’a itu tertahan sehingga dibacakan shalawat atas nabi" (Imam Al-Albani berkata bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Mukhallad dalam kitab Al Muntaqaa dengan sanad hasan).

Menengadahkan Kedua Telapak Tangan

Menengadahkan atau mengangkat kedua telapak tangan di dalam berdo’a merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan yang mulia serta penyebab terkabulnya do’a.

Dari Salman Al Farisi RA bahwa Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia. Dia malu kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya ketika berdo’a, lalu tangannya kembali dalam keadaan kosong dan tidak mendapatkan apa-apa". (HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Ahmad). Dan banyak lagi riwayat-riwayat yang mensyari’atkan mengangkat tangan ini.

Berdo’a Dengan Suara yang Lembut

Allah berfirman: "Berdo’alah kepada Rabbmu dengan rendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampai batas". (QS : Al A’raaf : 55)

Dan juga firman Allah tentang Zakariya : "Yaitu tatkala ia berdo’a kepada Rabbnya dengan suara yang lembut". (QS : Maryam : 3)

Imam An-Nawawi berkata : Bahwa yang dimaksud dengan ‘melampaui batas’ dalam ayat tersebut adalah berlebihan di dalam berdo’a yaitu meminta yang tidak boleh atau mengeraskan suara atau memaksakan lafadz do’a dalam bentuk sajak.

Syaikh As Sa’di berkata : ‘melampaui batas’ adalah melampaui batas dalam segala hal, seperti meminta sesuatu yang tidak pantas atau mengeraskan suara dalam berdo’a.

Pada zaman sekarang ini kebanyakan kaum muslimin melakukan "do’a berjama’ah" dengan dipimpin oleh seorang imam yang biasanya dilakukan setelah shalat fardhu dan masih pula ditambah dengan suara suara yang keras, tidak diragukan lagi tentang keharamannya (kebid’ahannya) menurut kesepakatan para ulama.

Menghadap Kiblat

Etika berdo’a adalah boleh sesekali menghadap kiblat, berdasarkan hadits dari Umar bin Khaththab RA : "Pada waktu perang Badar Rasulullah melihat 1000 orang pasukan musyrikin, sedangkan pasukan muslimin hanya berjumlah 319 orang, maka Nabi menghadap kiblat sambil mengangkat tangan, (lalu) beliau berdo’a……."(HR.Muslim)

Mengulangi Do’a Sampai Tiga Kali

Adab dalam berdo’a diantaranya adalah mengulangi bacaan do’a sampai tiga kali, meskipun orang boleh berdo’a dengan sekali atau dua kali, tetapi sebaiknya mengulangi bacaan do’a tersebut sampai tiga kali. Berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud RA : "Rasulullah apabila berdo’a, beliau ucapkan tiga kali " (HR.Muslim)

Berdo’a Dengan Lafadz yang Singkat

Dari Aisyah dia berkata" bahwasanya Rasulullah menyukai do’a yang singkat lafaznya dan padat maknanya. Dan beliau meninggalkan do’a yang selain itu" (HR.Abu Daud dan Al Hakim dengan sanad yang jayyid, dan dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Berdo’a Dengan Nama Allah Yang Agung

Dari Buraidah bahwasanya Rasulullah mendengar seseorang berdo’a : ’Allahumma innii as-aluKa annii asyhadu annaKa Anta Allah laa ilaaha illaa Antal Ahadus Shamad alladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwan ahad’(Ya Allah aku memohon pada-Mu, sesunguhnya aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau Yang Maha Esa, Tuhan tempat bergantung segala sesuatu, Yang tiada beranak dan tiada pula diperanakan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya). Maka Rasulullah bersabda : "Dia telah mohon kepada Allah dengan nama-Nya Yang Agung, (maka) apabila diminta dengan nama tersebut pasti dikabulkan dan jika dimohon dengan nama tersebut niscaya diterima" (HR.Abu Daud, At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Cara mengakhiri do’a

Sama dengan memulai dalam berdo’a yaitu membaca hamdalah dan bershalawat atas Nabi begitulah yang dijelaskan oleh para ulama seperti Imam An-Nawawi dan lain-lain.

Mengusap muka sehabis berdo’a adalah suatu amal yang dikerjakan oleh kaum muslimin saat ini yang merupakan salah satu perbuatan yang menyelisihi Sunnah Nabi yang mulia, karena tidak ada satupun riwayat yang shahih yang menerangkan tentang adanya mengusap wajah sehabis berdo’a.

Syaikh Al ‘Izz bin Abdus Salam berkata : "Tidaklah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan sesudah berdo’a itu, kecuali orang-orang yang bodoh saja".

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Mengangkat tangan dalam berdo’a adalah sunnah (dicontohkan) berdasarkan hadits-hadits yang banyak, tetapi tentang mengusap wajah (sehabis berdo’a) tidak saya temukan, kecuali satu atau dua hadits saja, itupun tidak bisa dipakai sebagai hujjah (karena hadits-haditsnya dha’if) ."(Majmu’ Fatawa 22/519)

Demikianlah adab-adab dalam berdo’a menurut tuntunan Al Qur-an dan Sunnah yang shahih, Semoga kita terhindar dari cara-cara yang tidak pernah disyari’atkan dalam agama ini dan semoga Allah mengijabahkan do’a kita semua. Amin

Allahu A’lam bish Showab

(Dikutib oleh Abu Ghailan dari buku ‘Kesalahan dalam Berdo’a’ Karya Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar Rumaih.)

Artikel Terkait :



Penulis bernama dPrince Of Smart
telah berpartisipasi sejak Senin, 24 Nopember 2008.

Klik Untuk Lihat Artikelnya Yang Lain



Tambah komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Komentar Terbaru

Stastik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini1602
mod_vvisit_counterKemarin881
mod_vvisit_counterMinggu ini7164
mod_vvisit_counterMinggu lalu5324
mod_vvisit_counterBulan ini3589
mod_vvisit_counterBulan lalu26737
mod_vvisit_counterSemuanya1110571

Ada: 126 tamu online
IP Anda :: 38.107.191.84
 , 
Hari ini: 03 Sep 2010

TAHUKAH ANDA?

Bio Informatika

Bioinformatika, sesuai dengan asal katanya yaitu "bio" dan "informatika", adalah gabungan antara ilmu biologi dan ilmu teknik informasi (TI). Pada umumnya, Bioinformatika didefenisikan sebagai aplikasi dari alat komputasi dan analisa untuk menangkap dan menginterpretasikan data-data biologi. Ilmu ini merupakan ilmu baru yang yang merangkup berbagai disiplin ilmu termasuk ilmu komputer, matematika dan fisika, biologi, dan ilmu kedokteran, dimana kesemuanya saling menunjang dan saling bermanfaat satu sama lainnya.

Tingkah Laku

Tingkah laku kita sebaiknya menjadi contoh bagi orang lain karena kesederhanaan, keluhuran ahlak, kemuliaan sikap dan kerendahan hati. Dan Ide-ide kita mencerminkan kebeningan hati, keteraturan pola pikir, persaudaraan, penghargaan dan kepedulian.

Berkata-kata

Kata-kata yang kita ucapkan hendaknya bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi orang lain, tidak berkata sia-sia, tidak menyakiti bahkan selalu mendoakan orang lain. Kita tidak menjadi muslim yang sempurna apabila hanya soleh sendiri. Kesolehan kita sebaiknya menjadi jalan hidayah bagi orang-orang di sekitar kita. Tidak cukup bagi seorang muslim untuk menikmati kebahagiannya sendirian. Sebaik-baik muslim adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Janji

Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi dan Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan.

Waktu Itu Pedang

Sebuah Ayat Al-quran mengingatkan : Waktu Adalah Pedang. Pergunakanlah waktumu setiap detiknya. Pertanggungjawaban manusia di akhirat nanti apabila menyia-nyiakan waktunya adalah pedang yang sangat tajam setajam silet menunggu di neraka.

Wajib Belajar

Seseorang Wajib untuk belajar. Menuntutlah Ilmu hingga akhir hayatmu. Karena dengan menununtut ilmu menandakan bahwa kita masih bernafas. Bahkan sejak kita lahir pertama kali kita berusaha belajar untuk mencuri perhatian ibunda.

Materi

Sulitnya hidup bukan diukur dari materi, berbahagialah apabila kita masih bisa berdiri diatas kaki kita sendiri. Apapun cobaan untuk kita adalah bukti kasih Tuhan yang memperhatikan kita.Indahnya hidup apabila kita mendapatkan kedamaian atas hasil kerja keras dan keringat serta doa kita.

Sabar

Menjadilah orang sabar. Dengan sabar kita bisa menjadi seorang yang bijak. Dengan sabar berarti kita telah menang dari pertempuran hawa nafsu yang merupakan perang paling dahsyat dari semua perang. (riwayat nabi).

Who's Online

Kami memiliki 126 Tamu online
"LINK EXCHANGE"
dPrince Of Smart : Situs Kumpulan Artikel Terbaik : www.bumikupijak.com
.:. BACKLINK CODE .:.



My Partners

Statistics

Members : 1
Content : 326
Alamat Situs : 21
Content View Hits : 1087006

Twitter Updates

dPrince Twitter

INTERNATIONAL SMART COURSE