Berdo’a memiliki kedudukan yang agung dan mulia didalam agama ini, akan tetapi banyak dari kaum muslimin yang salah didalam berdo’a, baik dari segi lafadz do’anya maupun adab-adabnya. Selain itu ada pula yang sangat menyedihkan kita, tidak sedikit dari kalangan umat ini yang berdo’a kepada selain Allah , baik yang mereka sadari maupun tidak mereka sadari.
Di dalam berdo’a kadang-kadang timbul pertanyaan dihati kita, kenapa Allah belum juga mengabulkan do’a saya, padahal saya berdo’a setiap saat dan setiap waktu?.
Atau mungkin muncul di dalam pikiran kita, "Allah belum pernah mengabulkan do’a saya!". Padahal Allah berfirman : "Dan Rabbmu berfirman : berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan."(QS: Al Mu’min:60) atau mungkin kita tidak mengetahui bagaimana cara berdo’a yang benar, dan bagaimana sebenarnya tata cara berdo’a yang benar di dalam Islam?.
Islam adalah agama yang sempurna yang tidak perlu kepada penambahan dan pengurangan. Islam mengajarkan kepada kita seluruh masalah kehidupan, baik dari perkara yang paling kecil sampai yang paling besar, dari masalah buang air kecil sampai berjihad melawan kaum kafirin. Apalagi dalam masalah berdo’a yang merupakan kebutuhan seorang hamba terhadap Khaliqnya. Tentulah Islam mengajarkan tata cara berdo’a yang benar berdasarkan Al Qur-an dan Sunnah Nabi-Nya yang mulia.
Ketahuilah, bahwa do’a itu adalah ibadah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah : "Do’a adalah ibadah " (HR.Abu Daud, At-Turmudzi, Ahmad). Sedangkan diterimanya ibadah tersebut harus memenuhi dua syarat, yakni :
Ikhlas karena Allah ,
Dicontohkan oleh Rasulullah.--- Begitu juga dengan berdo’a, harus memenuhi kedua syarat diatas.
Imam An Nawawi berkata : Semua ulama sepakat bahwa dianjurkannya memulai do’a dengan "hamdalah" dan memuji Allah kemudian membaca shalawat atas Nabi .
Rasulullah bersabda : "Apabila diantara kalian berdo’a, maka mulailah dengan membaca hamdalah (Alhamdulillah) dan memuji Rabb, kemudian bacalah shalawat atas Nabi. Dan setelah itu berdo’alah sesuka hatinya." (HR.Abu Daud)
Didalam riwayat lain Rasulullah bersabda: "Setiap do’a itu tertahan sehingga dibacakan shalawat atas nabi" (Imam Al-Albani berkata bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Mukhallad dalam kitab Al Muntaqaa dengan sanad hasan).
Menengadahkan Kedua Telapak Tangan
Menengadahkan atau mengangkat kedua telapak tangan di dalam berdo’a merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan yang mulia serta penyebab terkabulnya do’a.
Dari Salman Al Farisi RA bahwa Rasulullah bersabda : "Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia. Dia malu kepada hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya ketika berdo’a, lalu tangannya kembali dalam keadaan kosong dan tidak mendapatkan apa-apa". (HR. Abu Daud, At Tirmidzi dan Ahmad). Dan banyak lagi riwayat-riwayat yang mensyari’atkan mengangkat tangan ini.
Berdo’a Dengan Suara yang Lembut
Allah berfirman: "Berdo’alah kepada Rabbmu dengan rendah diri dan dengan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampai batas". (QS : Al A’raaf : 55)
Dan juga firman Allah tentang Zakariya : "Yaitu tatkala ia berdo’a kepada Rabbnya dengan suara yang lembut". (QS : Maryam : 3)
Imam An-Nawawi berkata : Bahwa yang dimaksud dengan ‘melampaui batas’ dalam ayat tersebut adalah berlebihan di dalam berdo’a yaitu meminta yang tidak boleh atau mengeraskan suara atau memaksakan lafadz do’a dalam bentuk sajak.
Syaikh As Sa’di berkata : ‘melampaui batas’ adalah melampaui batas dalam segala hal, seperti meminta sesuatu yang tidak pantas atau mengeraskan suara dalam berdo’a.
Pada zaman sekarang ini kebanyakan kaum muslimin melakukan "do’a berjama’ah" dengan dipimpin oleh seorang imam yang biasanya dilakukan setelah shalat fardhu dan masih pula ditambah dengan suara suara yang keras, tidak diragukan lagi tentang keharamannya (kebid’ahannya) menurut kesepakatan para ulama.
Menghadap Kiblat
Etika berdo’a adalah boleh sesekali menghadap kiblat, berdasarkan hadits dari Umar bin Khaththab RA : "Pada waktu perang Badar Rasulullah melihat 1000 orang pasukan musyrikin, sedangkan pasukan muslimin hanya berjumlah 319 orang, maka Nabi menghadap kiblat sambil mengangkat tangan, (lalu) beliau berdo’a……."(HR.Muslim)
Mengulangi Do’a Sampai Tiga Kali
Adab dalam berdo’a diantaranya adalah mengulangi bacaan do’a sampai tiga kali, meskipun orang boleh berdo’a dengan sekali atau dua kali, tetapi sebaiknya mengulangi bacaan do’a tersebut sampai tiga kali. Berdasarkan hadits dari Ibnu Mas’ud RA : "Rasulullah apabila berdo’a, beliau ucapkan tiga kali " (HR.Muslim)
Berdo’a Dengan Lafadz yang Singkat
Dari Aisyah dia berkata" bahwasanya Rasulullah menyukai do’a yang singkat lafaznya dan padat maknanya. Dan beliau meninggalkan do’a yang selain itu" (HR.Abu Daud dan Al Hakim dengan sanad yang jayyid, dan dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)
Berdo’a Dengan Nama Allah Yang Agung
Dari Buraidah bahwasanya Rasulullah mendengar seseorang berdo’a : ’Allahumma innii as-aluKa annii asyhadu annaKa Anta Allah laa ilaaha illaa Antal Ahadus Shamad alladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwan ahad’(Ya Allah aku memohon pada-Mu, sesunguhnya aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tiada Ilah yang berhak disembah selain Engkau Yang Maha Esa, Tuhan tempat bergantung segala sesuatu, Yang tiada beranak dan tiada pula diperanakan, dan tidak ada yang setara dengan-Nya). Maka Rasulullah bersabda : "Dia telah mohon kepada Allah dengan nama-Nya Yang Agung, (maka) apabila diminta dengan nama tersebut pasti dikabulkan dan jika dimohon dengan nama tersebut niscaya diterima" (HR.Abu Daud, At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).
Cara mengakhiri do’a
Sama dengan memulai dalam berdo’a yaitu membaca hamdalah dan bershalawat atas Nabi begitulah yang dijelaskan oleh para ulama seperti Imam An-Nawawi dan lain-lain.
Mengusap muka sehabis berdo’a adalah suatu amal yang dikerjakan oleh kaum muslimin saat ini yang merupakan salah satu perbuatan yang menyelisihi Sunnah Nabi yang mulia, karena tidak ada satupun riwayat yang shahih yang menerangkan tentang adanya mengusap wajah sehabis berdo’a.
Syaikh Al ‘Izz bin Abdus Salam berkata : "Tidaklah mengusap wajah dengan kedua telapak tangan sesudah berdo’a itu, kecuali orang-orang yang bodoh saja".
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: "Mengangkat tangan dalam berdo’a adalah sunnah (dicontohkan) berdasarkan hadits-hadits yang banyak, tetapi tentang mengusap wajah (sehabis berdo’a) tidak saya temukan, kecuali satu atau dua hadits saja, itupun tidak bisa dipakai sebagai hujjah (karena hadits-haditsnya dha’if) ."(Majmu’ Fatawa 22/519)
Demikianlah adab-adab dalam berdo’a menurut tuntunan Al Qur-an dan Sunnah yang shahih, Semoga kita terhindar dari cara-cara yang tidak pernah disyari’atkan dalam agama ini dan semoga Allah mengijabahkan do’a kita semua. Amin
Allahu A’lam bish Showab
(Dikutib oleh Abu Ghailan dari buku ‘Kesalahan dalam Berdo’a’ Karya Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar Rumaih.)
10/03/2010 23:50 (Penemuan Mayat)
Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan warga di depan sebuah toko obat di Kota Padang, Sumbar. Warga mengaku sering melihat korban terlihat bermain dan tidur di kawasan tersebut.
11/03/2010 00:47 (Banjir)
Jembatan Njikut di Karanganyar, Jateng, putus akibat terjangan banjir bandang kemarin sore. Peristiwa itu merenggut nyawa dua pengendara sepeda motor.
11/03/2010 02:12 (Barometer)
Untuk kesekian kalinya pelaku teroris tewas ditembak di tangan Densus 88 Antiteror. Pascakematian Dulmatin, polisi dinilai hanya mampu memadamkan sesaat.
10/03/2010 23:41 (Gizi Buruk)
Pemkot Yogyakarta membuka Rumah Gizi untuk mengatasi berbagai kasus gizi buruk pada balita. Pasien Rumah Gizi ini tidak dipungut biaya sepeser pun.
11/03/2010 01:19 (Kasus Pembunuhan)
Polda Kepulauan Riau akhirnya menghadirkan tenaga psikiater, untuk memeriksa kejiwaan tersangka Harun, yang memakan organ bagian dalam tubuh dan betis korbannya.
11/03/2010 00:02 (Myanmar)
Menjelang pemilihan umum pertama dalam 20 tahun terakhir, junta militer Myanmar mengumumkan pembatasan ruang gerak pemimpin prodemokrasi Aung San Suu Kyi secara hukum mulai efektif.
Tentu Anda pernah melihat sebuah website yang bisa menyediakan dua gambar bahkan lebih dengan ukuran berbeda dan kualitas gambar yang baik, hal ini karena mereka menggunakan fungsi yang digunakan oleh php yaitu GD-Image, contoh yang paling banyak digunakan adalah CMS Coppermine, atau CMS image gallery lainnya.
SUKU SUNDA
kurang gambar...
Handphone IMO i168 =...
susah banget cari headset ny.di sini ...
Windows Server 2003
[*tibiamoney.com]armor tibia [/***]
Kesamaan Kedudukan W...
thx ya om ats artikelnya... tugas ku ...
Tahajjud, Mencegah I...
Sebuah penemuan yang mengembirakan se...